Antara "Pengorbanan dan Keegoisan"


“ Keberhasilan biasanya lahir dari pengorbanan besar dan tidak pernah berasal dari hasil keegoisan.”

Sahabat yang dicintai Allah SWT, semakin banyak dan semakin berat tugas dan tanggung jawab kita itu berarti Allah memberi kita peluang untuk menjadi manusia unggul dihadapan manusia dan bernilai disisi Allah SWT, ketika setiap tugas dan tanggung jawab tersebut tidak melupakan factor ‘ Sistem Allah Yang Harus Ditegakkan ‘ dan ‘ Memuliakan Islam dan kaum Muslimin ‘, dimanapun kita berada dan apapun profesi kita. Untuk itu dibutuhkan sebuah proses yang membutuhkan ekstra kesabaran karena tidak sedikit yang harus rela kita korbankan, waktu kita, harta kita, keluarga kita hingga jiwa kitapun harus terlepas.

Maka jika hal itu kita lakukan maka sebenarnya kita telah mengisi formulir pendaftaran sebagai “ PEGAWAI ALLAH “ atau “ JUNDULLAH “, adapun ketika cita-cita Tegaknya Sistem Allah secara menyeluruh belum tercapai dan kita sudah dipanggil menghadapnya maka yakinlah kematian kita adalah KEMATIAN YANG ISTIMEWA yaitu sebagai SYUHADA yang berhak mendapatkan TIKET VIP menuju SORGA nya Allah SWT .


Dalam buku 21 Hukum tak terbantahkan dalam kepemimpinan, John Maxwell mengajarkan bahwa seeorang pemimpin sejati harusnya mengikatkan dirinya kepada hukum pengorbanan. Dalam buku itu Maxwell memaparkan bagaimana Lee Iacocca berkorban untuk memulihkan keadaan Chysler yang hamper gulung tikar. Iacocca tahu bahwa ketika ia menerima tawaran untuk menjadi orang nomor satu di Chrysler, ia harus memeras otak, tenaga, dan memberi waktu lebih banyak. Hukum Pengorbanan membuat Lee Iacocca rela mendapatkan hanya separuh dari gaji yang ia terima ketika menjabat sebagai presidan di perusahaan Ford. Pengorbanan tak ternilali Lee Iacocca lainnya adalah melepaskan kebersamaan yang biasa dinikmatinya bersama keluarga pada akhir pekan. Waktu libur itu ia gunakan untuk memperbaiki manajemen, keuangan, metode-metode produksi, meningkatkan loyalitas karyawan yang sangat rendah dan menekan kerugian Chrysler. Lee Iacocca juga harus merendahkan dirinya untuk menghadap kongres Amerika demi mendapat jaminan pinjaman yang sangat dibutuhkan Chrysler. Parahnya, kongres Amerika mencelanya luar biasa melalui media cetak dengan mengatakan bahwa perusahaan itu adalah contoh hidup dari segala kekeliruan dari industri di Amerika. Dan puncak pengorbanan yang Lee Iacocca berikan adalah kerelaannya menerima gaji hanya satu dolar dalam setahun. Namun, seiriring berjalannya waktu, Hukum pengorbanan yang telah mendarah daging dalam diri Lee Iacocca membuahkan hasil. Chryser akhirnya mampu keluar dari krisis. Perusahaan itu sedikit demi sedikit tumbuh dan berhasil membayar semua hutang-hutangnya. Kini Chryser termasukk dalam tiga besar penghasil mobil bermutu di Amerika Serikat dan Kanada.


Ada saja hal yang harus kita korbankan untuk suatu pekerjaan, mulai dari waktu, materi, tenaga, perasaan, teman, bahkan keluarga. Berkorban dalam bentuk apa pun bukanlah pekerjaan yang mudah dan menyenangkan. Namun percayalah, jika kita melakukannya dengan tulus dan ikhlas, pengorbanan tersebut tidak akan sia-sia. Hal tersebut pasti menghasilkan sesuatu yang baik meskipun kita belum melihatnya saat ini.

Berkorban juga berarti melakukan sesuatu yang tidak ingin dilakukan oleh orang lain. Dan, jika bersedia melakukan apa yang tidak ingin dilakukan orang lain, kita bisa mendapatkan apa yang orang lain tidak dapatkan. Bagaimana menurut anda?.
subscribe

Subscribe

Monitor continues to update the latest from This blog directly in your email!

oketrik

0 komentar to Antara "Pengorbanan dan Keegoisan" :

Poskan Komentar

Iklan Baris

 
Nana Maulana Design by Trick and Tips Powered by Blogger